Anda Bukan Mereka, Jangan Gunakan Ukuran Orang Lain Untuk Mengukur Diri Anda
Kalimat di atas begitu lugas, biasa, bahkan selintaspun kita dapat memahami kedalamannya. Namun dari hal yang kadang kita sepelekan, kita lebih sering memeragakannya kesalahannya! Kita tersadar, Hmm… khilaf? lupa? atau memang tak paham bagaimana seharusnya memproses kalimat tersebut dalam keseharian kita. Maaf! Ini bukan bermaksud menggurui, tapi kadang kita sering alpa terhadap hal-hal yang bahkan begitu simple, begitu mudah atau begitu sepele. Tapi percayalah, biasanya masalah atau akibat bisa terjadi dari hal-hal yang sepele! Baca selebihnya »
Anda Yang Menentukan Kejadian atau Kejadian Yang Menentukan Anda
Seringkali kita menentukan kejadian yang akan datang dengan berbagai cara. Semua itu kita lakukan agar apa yang kita harapkan dapat terjadi, namun berapa kali kejadian menggagalkan rencana kita? Ini bukan kebetulan, tetapi memang suatu realitas…Realitas yang memang telah ditentukan! Berhasil atau gagalnya suatu rencana kita masa lalu adalah suatu pelajaran untuk masa kini dan masa datang. Proses-proses inilah yang melahirkan suatu pengalaman bahwa kita dapat menentukan kejadian di masa yang akan datang, asalkan… Baca selebihnya »
Historisitas Ajaran Keagamaan
Sebagaimana diketahui bahwa masalah penarikan atau pengangkatan makna umum (generalisasi) suatu nilai hukum akan menyangkut masalah penafsiran dan kemampuan memahami lebih mendalam inti pesan yang dikandungnya. Karena kemampuan tersebut dapat berbeda-beda antara berbagai pribadi, maka hasilnya pun dapat berbeda-beda pula. Yang jelas ialah, seperti dikatakan rektor Al-Azhar, pendirian Abu Bakar dan Umar membuktikan bahwa yang dituju oleh hukum ialah makna atau pesan yang dikandungnya (al-ahkamu turadu li ma‘âniha). Ini membawa kita kembali pada polemik sekitar kiblat shalat yang telah dikemukakan di atas, yaitu bahwa kiblat, dalam arti wujud fisiknya yang menyangkut for-malitas penghadapan wajah ke arah tertentu, tidaklah dimaksudkan pada dirinya sendiri, melainkan dimaksudkan maknanya. Baca selebihnya »
awal yang menentukan akhir
Pernahkan terpikirkan bahwa apa yang kita peroleh di akhir dalam segala usaha kita tergantung dari bagaimana kita mengawalinya. Segala tujuan yang kita miliki, seluruhnya baik adanya, tidak ada yang salah, namun permasalahannya akan terjadi dan timbul ketika bagaimana kita tidak dapat menentukan langkah awal yang tepat dalam memulai mewujudkan tujuan tersebut. Menentukan langkah awal tidak saja tercermin dari kesiapan membuat segala perencanaan yang matang tetapi juga mengukur jauh ke dalam tentang objektivitas tujuan terhadap diri, orang lain dan lingkungan. Baca selebihnya »
sabar yang sia-sia
Tidak mudah untuk bersikap sabar. Sabar bukanlah menunggu sesuatu tanpa mengerti apa yang di tunggu atau juga giat mencari tanpa tahu apa yang harus di cari. Mencoba sabar tetapi dengan tetap menumbuhkan kemauan…adalah sia-sia belaka! Baca selebihnya »
keajaiban, mukjizat, keberuntungan tidak pernah ada, kedangkalan akal yang ada!
Sesuatu yang terjadi di luar akal, ratio, empiris dalam suatu masalah selalu di kaitkan dengan keajaiban, mukjizat, keberuntungan dan sebagainya. Ini adalah sedikit ciri dari minim dan dangkalnya akal berpikir untuk mampu mengungkap hal tersebut. Meskipun hal-hal tersebut pernah di riwayatkan di masa lampau dalam berbagai cerita di kitab suci namun semua kejadian tersebut ada maksudNya dan perencanaanNya. Kini di jaman yang lebih maju (teknologi dan pengetahuan) dan berbudaya, cerita tersebut diatas hanya menggambarkan kemunduran akal pikiran dalam fungsinya. Baca selebihnya »
masalah, membuat hidup lebih indah
Sebuah sms terkirim, isinya “…gw dah capek, bosen, koq masalah gak abis2 ya?…”. Ujung dari sms tersebut, sang sahabat langsung telepon minta ketemu, curhat habis-habisan. Mengeluh, menggebu, dan akhirnya melirih…” koq hidupku isinya masalah aja ya!”. Buat kebanyakan orang, masalah adalah derita, sedikit dari mereka yang mengerti bahwa hidup begitu indah dengan masalah. Masalahlah yang membuat hidup jadi indah. Di mana indahnya? Baca selebihnya »
berlari mengejar siapa? diam menunggu siapa?
Pernahkah memiliki ambisi untuk melakukan suatu hal dengan mengerahkan seluruh upaya kita? Tenaga, pikiran, materiil, waktu! Atau mungkin kita mencoba berdiam diri menunggu keajaiban yang jatuh dari langit? Bam! Lalu bagaimana seharusnya kita bersikap? Berlari atau menunggu? Apapun yang kita lakukan tanpa kehendak, kuasa dan izinNya akan menjadi suatu keniscayaan! Bagaimana mengetahui bahwa apa yang akan kita lakukan mendapat restu dariNya? Baca selebihnya »
tips: sebuah blog (Indonesia) idealnya….
Banyak alasan ketika seseorang memutuskan untuk membuat blog. Bisa memang sebagai ajang tulisan pribadi (diary), pelampiasan hati yang terpendam (curhat), tempat menampilkan kreatifitas, aktualitas dan aktivitas, atau lain sebagainya. Alangkah baiknya jika semua alasan di atas tetap mememiliki tujuan yang positif dan mulia yaitu sebagai informasi yang dapat digunakan oleh semua orang. Baca selebihnya »
iblis menggugat tuhan (the madness of god)
kau bilang adam berdosa gara2 hasutanku? kalau begitu, atas hasutan siapa aku melakukan dosa? aku sebenarnya melakukan apa yang Dia perintahkan, dan aku sepenuhnya patuh pada keinginan-Nya. mau bagaimana lagi? tak ada ruang yang luput dari kuasa-Nya. aku bukanlah tuan bagi keinginanku sendiri. aku menyembah tuhan selama 700ribu tahun! tak ada tempat yang tersisa di langit dan di bumi dimana aku tak menyembah-Nya. setiap hari aku berkata pada-Nya, “ya tuhan, anak keturunan adam menolak-Mu, namun Engkau tetap bermurah hati dan meninggikan mereka. Tapi aku yang mencintai dan memuja-Mu dengan pemujaan yang benar, Engkau buat jadi hina dan buruk rupa”. Baca selebihnya »
Komentar (1)
