iblis menggugat tuhan (the madness of god)

6631kau bilang adam berdosa gara2 hasutanku? kalau begitu, atas hasutan siapa aku melakukan dosa? aku sebenarnya melakukan apa yang Dia perintahkan, dan aku sepenuhnya patuh pada keinginan-Nya. mau bagaimana lagi? tak ada ruang yang luput dari kuasa-Nya. aku bukanlah tuan bagi keinginanku sendiri. aku menyembah tuhan selama 700ribu tahun! tak ada tempat yang tersisa di langit dan di bumi dimana aku tak menyembah-Nya. setiap hari aku berkata pada-Nya, “ya tuhan, anak keturunan adam menolak-Mu, namun Engkau tetap bermurah hati dan meninggikan mereka. Tapi aku yang mencintai dan memuja-Mu dengan pemujaan yang benar, Engkau buat jadi hina dan buruk rupa”. aku tak ingin bersujud pada adam dengan satu alasan yang benar karena aku tak ingin mencintai dan sujud selain pada-Mu..

-iblis-

sebuah buku yang sulit di tebak, namun hanya perlu dipahami begitu mendalam dari setiap kata ke kata yang terangkai dalam kalimat. di awal-awalnya perlahan lahan buku ini begitu mencengangkan karena sanggup mengungkapkan opini-opini yang begitu tabu untuk diungkap dari pemahaman dogma yang ada. angelnya yang beda dan begitu berani seolah-olah dapat menjadikan pembenaran bagi mereka yang terburu-buru memahaminya tanpa mencernanya lebih dalam.

semua urutan kejadian di rangkaian dalam suatu cerita yang mencampurkan dengan sejarah, cerita kitab suci dan cerita-cerita lain yang mungkin tidak atau belum pernah kita dengar. membaca buku ini seperti menghadirkan suatu kisah yang penuh pertanyaan yang begitu menggelitik dengan penjabaran berbagai analogi yang akhirnya begitu mudah dipahami. semuanya tidak bisa berdiri sendiri, perlu mencernaan, nalar, logika dan pengetahuan di tambah kadar keimanan yang kuat. Sejatinya setelah membaca buku ini harus lebih meningkatkan nilai keimanan kita atas keESAan-Nya. layak untuk djadikan koleksi.

Da’ud bin Tamam bin Ibrahim al-Shawni, juga dikenal sebagai Da’ud bin Ibrahim al-Shawni atau cukup Shawni saja adalah seorang penulis dan pengarang yang tertarik pda masalah agama dan literatur filosofis. menurut berbagai sumber ia lahir antara tahun 1963 dan tahun 1969, identitasnya sendiri tidak jelas, satu-satunya petunjukada pada Shawni Biografi, yang menjelaskan identitas sebenarnya. Bila dilihat dari nama depannya mencirikan asalnya dari Arab namun Shawni juga mencerminkan sebuah kota di utara Mesir. naskah aslinya yang berbahasa Inggris menunjukkan ia memiliki latar belakang pendidikan di Barat tetapi seluruh karyanya mencerminkan bahwa ia seorang muslim meskipun kadang merujuk pada sumber-sumber kristen, yahudi, hindu dan buddha. Sifat karya Shawni yang menjadi karakter pada karya-karyanya adalah menyelaraskan persamaan kedekatan persepsi agama untuk mendukung suatu argumen atau opini tertentu, hal ini menyiratkan keimanannya dan ciri seorang Baha’i. Pengaruh-pengaruh sufi mistik dalam tulisannya begitu terlihat, referensi dari ketiga penyair mistik kuno seperti Attar, Rumi dan Sanai masih begitu jelas.sumber : The Madness of God by Da’ud Ibn Ibrahim Al-Shawni

7 comments so far

  1. Mahendra on

    Resensi buku yang bagus…

    Ada yg menarik dari apa yg dikatakan iblis, “aku tak ingin bersujud pada Adam dengan satu alasan yang benar karena aku tak ingin mencintai dan sujud selain pada-Mu..” Ini adalah pernyataan yg paradoksal, di satu sisi Iblis ingin melakukan pembenaran atas tindakannya untuk tidak bersujud kepada Adam karena Iblis hanya ingin bersujud kepadaNya.

    Namun disisi lain, apa yang dia lakukan dengan menolak perintahNya untuk bersujud kepada Adam, adalah sebuah bentuk dari sikap yang tidak bersujud kepadaNya.

    Sesungguhnya.., jika saja Iblis mau bersujud kepada Adam, maka sesungguhnya persujudan kepada Adam tidak lain adalah bentuk pembuktian atas sujud ketaatannya terhadap perintahNya.

    Intinya, bukan kepada apa dan siapa Iblis harus bersujud…, tapi sejauh mana dia patuh dan taat atas perintahNya.

    —- he3x, mmng kalo di baca sekilas kesannya mengundang kontrovensi mas. Buku ini mesti pelan2 mbacanya karena dapat menjungkirbalikan akidah bila tidak jeli dan terlalu dini membuat kesimpulan, tp boleh juga untuk referensi dan wawasan kita spy lebih taqwa, tawadhu, dan qonaah…

  2. alexandratian on

    Saya pernah lihat buku ini di Gramedia, tapi belum sempat beli karena saat itu sedang terburu-buru! Isinya bikin saya ingin tahu lebih lanjut, trims untuk infonya my friend, Gbu…

  3. ipi on

    buku yang bagus utk dibaca sepertinya…tapi saya dah keburu merinding liat sampulnya hehe

  4. Yenni on

    Aku jadi ingat peristiwa beberapa tahun lalu ketika suatu hari aku berkata pada suamiku: “Ketika Tuhan menyuruh Ibrahim untuk memotong Ismail, sesunggunya Tuhan tidak sedang dalam usaha menguji keimanan seorang Ibrahim, tetapi Tuhan sedang ‘Show a force’. Dia hanya ingin menunjukkan bahwa Dia punya kuasa penuh atas hidup hamba-Nya. Dia bisa melakukan apapun yang Dia suka, karena semua yang ada di alam ini ada di tangan Nya. Sesungguhnya Tuhan Maha Sombong, Maha Angkuh dan terkadang…Gila…karena segala yang DIa lakukan terkadang tak mampu ternalar oleh pikiranku”.

    Dalam kontemplasi panjangku dulu, sejuta tanya berdatangan untuk menjari jawab, apa yang sebenarnya Tuhan maui dari para hamba. Tak jarang aku menggugat Tuhan.

    He he tapi aku bukan iblis lho…aku tetap manusia, yang alhamdulillah…dari sebuah gugatan, sekarang berakhir pada sebuah kemantapan yang membuatku ringan melangkah menapaki hidup ini.

    Salam kenal and…Great resensi :)

    Jika ada waktu, mampir deh…ada resensi yang juga menarik (menurut saya lho :) )di
    http://yennioctarina.wordpress.com/2008/10/29/godly-confusion/

    —- alhamdulillah kalo sampe pd akhir ada pencerahanNya, memang kita harus kristis ttp bukan mengkritisi, karena dan bagaimanapun kita tetap ciptaanNya….oke, nanti aku jalan2 mampir, thks ya!

  5. Yenni on

    Terima kasih telah mampir, saudaraku…
    Karen Amstrong…aku sudah baca kedua buku nya :) . “Sejarah Tuhan” dan “Berperang Demi Tuhan” meski buku terakhir yang lebih memiliki bekas untukku

    Perjalanan sebuah pencarian memang luar biasa bukan…

    Nice to know u, bro

    —- nice to meet u too sis….

  6. septiyan on

    Dari judul si penulis memang ingin memancing emosi pembaca..ini patut diajungi jempol. Akan tetapi dari kutipan:”kau bilang adam berdosa gara2 hasutanku? kalau begitu, atas hasutan siapa aku melakukan dosa? aku sebenarnya melakukan apa yang Dia perintahkan, dan aku sepenuhnya patuh pada keinginan-Nya”… wow kata-kata yang mengerikan, tidak sepantasnya diucapkan manusia..tapi kalau iblis ya terserah wong namanya juga iblis dan jelas-jelas tempatnya di neraka

  7. sofwan.kalipaksi on

    saya baru saja baca buku ini secara tuntas…dahsyat. tp ya itu membacanya harus hati-hati, setiap halaman hrs dibaca tuntas.


Leave a reply