<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>jorumongso</title>
	<atom:link href="http://jorumongso.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jorumongso.wordpress.com</link>
	<description>merasakan apa yang kita RASAkan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Jan 2012 09:30:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='jorumongso.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>jorumongso</title>
		<link>http://jorumongso.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://jorumongso.wordpress.com/osd.xml" title="jorumongso" />
	<atom:link rel='hub' href='http://jorumongso.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Anda Bukan Mereka, Jangan Gunakan Ukuran Orang Lain Untuk Mengukur Diri Anda</title>
		<link>http://jorumongso.wordpress.com/2009/09/15/anda-bukan-mereka-jangan-gunakan-ukuran-orang-lain-untuk-mengukur-diri-anda/</link>
		<comments>http://jorumongso.wordpress.com/2009/09/15/anda-bukan-mereka-jangan-gunakan-ukuran-orang-lain-untuk-mengukur-diri-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2009 16:07:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jorumongso</dc:creator>
				<category><![CDATA[pemahaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jorumongso.wordpress.com/?p=347</guid>
		<description><![CDATA[Kalimat di atas begitu lugas, biasa, bahkan selintaspun kita dapat memahami kedalamannya. Namun dari hal yang kadang kita sepelekan, kita lebih sering memeragakannya kesalahannya! Kita tersadar, Hmm&#8230; khilaf? lupa? atau memang tak paham bagaimana seharusnya memproses kalimat tersebut dalam keseharian kita. Maaf! Ini bukan bermaksud menggurui, tapi kadang kita sering alpa terhadap hal-hal yang bahkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jorumongso.wordpress.com&amp;blog=5174980&amp;post=347&amp;subd=jorumongso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-352" title="1210894984m1qDGBl" src="http://jorumongso.files.wordpress.com/2009/09/1210894984m1qdgbl.jpg?w=150&#038;h=93" alt="1210894984m1qDGBl" width="150" height="93" />Kalimat di atas begitu lugas, biasa, bahkan selintaspun kita dapat memahami kedalamannya. Namun dari hal yang kadang kita sepelekan, kita lebih sering memeragakannya kesalahannya! Kita tersadar, Hmm&#8230; khilaf? lupa? atau memang tak paham bagaimana seharusnya memproses kalimat tersebut dalam keseharian kita. Maaf! Ini bukan bermaksud menggurui, tapi kadang kita sering alpa terhadap hal-hal yang bahkan begitu simple, begitu mudah atau begitu sepele. Tapi percayalah, biasanya masalah atau akibat bisa terjadi dari hal-hal yang sepele!<span id="more-347"></span></p>
<p>Sebagai sebuah kodrat yang tertulis di buku suci, bahwa manusia seharusnya dan idealnya adalah yang sempurna (di antara berbagai hasil penciptaanNYA). Kesempurnaanya tersebut yang (idealnya) dapat menyelesaian berbagai perkara yang ada, tentunya dengan di barengi doa dan proses belajar terus menerus. Life is Learn&#8230;. katanya!</p>
<p>Proses menjadikan kesempurnaan diri itu dapat di mulai dari mengenali diri kita sendiri. Kenali ukuran pakaian kita, ukuran sepatu kita dan berbagai ukuran lain lagi yang lebih bersifat privacy. Ini hanya kita sendiri yang mampu mengenalinya. Lho, bagaimana bila ada apresiasi dari orang lain terhadap diri kita? Tidak salah, nilai apresiasi adalah nilai Obyektif yang dapat kita jadi acuan, tetapi bukan berarti kita selalu mengacu pada orang lain. Mungkin bosen ya dengerin Kerispatih yang tema lagunya cuma sebatas begitu-gitu aja, tentunya kita tidak berharap menjadi pribadi yang berdasarkan selera pasar tanpa ada nilai ukur kepantasan dari diri kita sendiri&#8230;he3x!</p>
<p>Kadang disinilah letak permasalahannya, melihat rumput tetangga selalu lebih baik &#8211; padahal rumput yang sudah tertanam bukan sesuatu yang buruk, mungkin kita cuma butuh informasi lebih untuk belajar bagaimana cara merawat dan memeliharanya. Sehingga akhirnya biar tetangga yang melihat rumput kita menjadi yang lebih baik. Sawang Sinawang.</p>
<p>Apreasiasi memang kita butuhkan. Ini untuk menjadi tolak ukuran akan keterbatasan kita, bukan mencari pujian atas kelebihan kita.</p>
<p>Sebuah contoh sederhana, ketika kita mengenakan pakain atau sepatu yang bukan ukuran kita (ukuran orang lain) &#8211; kebesaran atau kekecilan , meskipun designnya begitu bagus dan mahal harganya. Sesaat pasti akan timbul kebanggaan dalam diri kita namun dalam skala waktu yang panjang akankah tidak menimbulkan permasalahan dalam diri kita? Kecuali bila kita memang mau menjadi orang lain atau kita kuat menerima dan menjalani permasalahan, ini lain cerita!</p>
<p>Menjadi diri sendiri dan merdeka tentulah lebih baik daripada harus (memperagakan) menjadi orang lain hanya untuk mengejar suatu pujian atau pengakuan! Wah&#8230; kalo begitu jadi egois dan autis dong? Atau malah Narsis? Ya&#8230;ya&#8230;ya&#8230;.! Sesuatu apapun kalau di nilai dan dipahami secara berlebihan juga menghasilkan sesuatu yang kuang tepat secara duniawi. Intinya semuanya harus ukuran dan porporsi yang sesuai dan ideal. Tetapi akan jadi salah juga kalau kita tidak berusaha dan berpasrah diri untuk diam tanpa meningkatkan ukuran kita.</p>
<p>Intinya, coba lebih pada melihat diri kita ke dalam sebelum menentukan ukuran yang akan kita kenakan. Kalau memang suatu saat kita sudah nyaman dengan ukuran kita, bukan berarti kita tidak boleh menapaki ukuran yang lebih tinggi (seperti ukuran orang lain!) tetapi tetap harus tidak berlebihan. Pelan dan pasti&#8230;. DIA akan meningkatkan ukuran kita (ini janjiNya tapi jangan berharap kapan datangNya karena ini bagian dari rahasiaNya tetapi pasti datangNya). Nikmati saja&#8230;. dan andapun akan mengerti kapan saatnya!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jorumongso.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jorumongso.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jorumongso.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jorumongso.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jorumongso.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jorumongso.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jorumongso.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jorumongso.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jorumongso.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jorumongso.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jorumongso.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jorumongso.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jorumongso.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jorumongso.wordpress.com/347/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jorumongso.wordpress.com&amp;blog=5174980&amp;post=347&amp;subd=jorumongso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jorumongso.wordpress.com/2009/09/15/anda-bukan-mereka-jangan-gunakan-ukuran-orang-lain-untuk-mengukur-diri-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/138f61b1e63009f2fd37cce3794486bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jorumongso</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jorumongso.files.wordpress.com/2009/09/1210894984m1qdgbl.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">1210894984m1qDGBl</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anda Yang Menentukan Kejadian atau Kejadian Yang Menentukan Anda</title>
		<link>http://jorumongso.wordpress.com/2009/09/12/anda-yang-menentukan-kejadian-atau-kejadian-yang-menentukan-anda/</link>
		<comments>http://jorumongso.wordpress.com/2009/09/12/anda-yang-menentukan-kejadian-atau-kejadian-yang-menentukan-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2009 10:08:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jorumongso</dc:creator>
				<category><![CDATA[pemahaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jorumongso.wordpress.com/?p=339</guid>
		<description><![CDATA[Seringkali kita menentukan kejadian yang akan datang dengan berbagai cara. Semua itu kita lakukan agar apa yang kita harapkan dapat terjadi, namun berapa kali kejadian menggagalkan rencana kita? Ini bukan kebetulan, tetapi memang suatu realitas&#8230;Realitas yang memang telah ditentukan! Berhasil atau gagalnya suatu rencana kita masa lalu adalah suatu pelajaran untuk masa kini dan masa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jorumongso.wordpress.com&amp;blog=5174980&amp;post=339&amp;subd=jorumongso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-341" title="1215476550cJf5zFN" src="http://jorumongso.files.wordpress.com/2009/09/1215476550cjf5zfn.jpg?w=150&#038;h=92" alt="1215476550cJf5zFN" width="150" height="92" />Seringkali kita menentukan kejadian yang akan datang dengan berbagai cara. Semua itu kita lakukan agar apa yang kita harapkan dapat terjadi, namun berapa kali kejadian menggagalkan rencana kita? Ini bukan kebetulan, tetapi memang suatu realitas&#8230;Realitas yang memang telah ditentukan! Berhasil atau gagalnya suatu rencana kita masa lalu adalah suatu pelajaran untuk masa kini dan masa datang. Proses-proses inilah yang melahirkan suatu pengalaman bahwa kita dapat menentukan kejadian di masa yang akan datang, asalkan&#8230;<span id="more-339"></span></p>
<p>Ini bukan masalah ego sentris atau kesombongan, namun semua fenomena gejala alam dapat di pelajari, di analisa, sehingga akhirnya kita dapat menentukan kapan suatu kejadian (yang kita harapkan) dapat terjadi! Semua kejadian bukan kebetulan.</p>
<p>Bagaimana kita dapat mewujudkan &#8216;kejadian di masa yang akan datang&#8217; memiliki korelasi dengan bagaimana kesanggupan kita untuk dapat bisa menerima dampak, resiko dan akibat (tanggung jawab) yang akan kita terima. Kesiapan inilah yang akhirnya menentukan bahwa kejadian akan mengikuti keinginan kita. Namun bila kita tidak memiliki kesiapan dan tanggung jawab yang akan kita terima nantinya maka kejadianlah yang akan membawa dan menentukan anda.</p>
<p>Bicara mengenai tentang ketakutan dan kesiapan kita segala dampak, resiko dan akibat di masa yang akan datang, sama pula beratnya untuk mewujudkan keinginan dan harapan kita. Tetapi yakinlah, ketika kita dapat meminimalisir semua dampak, resiko dan akibatnya maka kita sudah melangkah untuk mewujudkan dan menentukan kejadian. Langkah ini adalah langkah dan upaya untuk menghapuskan ketakutan dan membuka tabir permasalahan untuk mengetahui seberapa besar kesiapan kita.</p>
<p>Intinya nilai ketakutan kita sama dengan nilai kegagalan kita untuk menentukan kejadian. Minimalisir ketakutan kita, maka kita akan dapat menentukan kejadian di masa yang akan datang.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jorumongso.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jorumongso.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jorumongso.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jorumongso.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jorumongso.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jorumongso.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jorumongso.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jorumongso.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jorumongso.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jorumongso.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jorumongso.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jorumongso.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jorumongso.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jorumongso.wordpress.com/339/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jorumongso.wordpress.com&amp;blog=5174980&amp;post=339&amp;subd=jorumongso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jorumongso.wordpress.com/2009/09/12/anda-yang-menentukan-kejadian-atau-kejadian-yang-menentukan-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/138f61b1e63009f2fd37cce3794486bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jorumongso</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jorumongso.files.wordpress.com/2009/09/1215476550cjf5zfn.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">1215476550cJf5zFN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Historisitas Ajaran Keagamaan</title>
		<link>http://jorumongso.wordpress.com/2009/04/03/historisitas-ajaran-keagamaan/</link>
		<comments>http://jorumongso.wordpress.com/2009/04/03/historisitas-ajaran-keagamaan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Apr 2009 01:01:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jorumongso</dc:creator>
				<category><![CDATA[pemahaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jorumongso.wordpress.com/?p=333</guid>
		<description><![CDATA[Sebagaimana diketahui bahwa masalah penarikan atau pengangkatan makna umum (generalisasi) suatu nilai hukum akan menyangkut masalah penafsiran dan kemampuan memahami lebih mendalam inti pesan yang dikandungnya. Karena kemampuan tersebut dapat berbeda-beda antara berbagai pribadi, maka hasilnya pun dapat berbeda-beda pula. Yang jelas ialah, seperti dikatakan rektor Al-Azhar, pendirian Abu Bakar dan Umar membuktikan bahwa yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jorumongso.wordpress.com&amp;blog=5174980&amp;post=333&amp;subd=jorumongso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-336" title="n48905229533_34841" src="http://jorumongso.files.wordpress.com/2009/04/n48905229533_34841.jpg?w=73&#038;h=96" alt="n48905229533_34841" width="73" height="96" />Sebagaimana diketahui bahwa masalah penarikan atau pengangkatan makna umum (generalisasi) suatu nilai hukum akan menyangkut masalah penafsiran dan kemampuan memahami lebih mendalam inti pesan yang dikandungnya. Karena kemampuan tersebut dapat berbeda-beda antara berbagai pribadi, maka hasilnya pun dapat berbeda-beda pula. Yang jelas ialah, seperti dikatakan rektor Al-Azhar, pendirian Abu Bakar dan Umar membuktikan bahwa yang dituju oleh hukum ialah makna atau pesan yang dikandungnya (al-ahkamu turadu li ma‘âniha). Ini membawa kita kembali pada polemik sekitar kiblat shalat yang telah dikemukakan di atas, yaitu bahwa kiblat, dalam arti wujud fisiknya yang menyangkut for-malitas penghadapan wajah ke arah tertentu, tidaklah dimaksudkan pada dirinya sendiri, melainkan dimaksudkan maknanya. <span id="more-333"></span>Karena lebih penting daripada formalitas, maka makna tidak boleh ditinggalkan, sementara formalitas dalam keadaan tertentu boleh ditinggalkan.  Konsep asbabun nuzul (asbâb al-nuzûl) mempunyai kaitan yang erat dengan konsep lain yang juga amat penting, yaitu nâsikh-mansûkh, berkenaan dengan sumber-sumber pengambilan ajaran agama, baik Kitab maupun Sunnah. Konsep itu, seperti yang pandangan teoretisnya dikembangkan oleh para ahli fiqih dengan kepeloporan Imam Al-Syafi’i, menyangkut masalah adanya bagian tertentu dari Al-Quran ataupun Hadis yang “dihapus” (mansûkh) dan yang “menghapus” (nâsikh). Meskipun teori “hapus menghapuskan” ini tidak lepas dari kontroversi, namun sebagian besar ulama menganutnya, dengan perbedaan di sana-sini dalam hal materi mana yang menghapus dan mana pula yang dihapus. Yang jelas ialah bahwa dalam kaitannya dengan konsep tentang asbabun nuzul, konsep nâsikh-mansûkh juga mengandung kesadaran historis di kalangan ahli hukum Islam.  Adalah kesadaran historis ini, menurut Hodgson, yang menjadi salah satu tumpuan harapan bahwa Islam akan mampu lebih baik dalam menjawab tantangan zaman di masa depan. Menurut Hodgson, yang ikut berharap bahwa umat Islam akhirnya akan mampu menjawab tantangan zaman. Tetapi barangkali modal potensial terbesar Islam yang paling hebat ialah kesadaran historisnya yang jelas, yang sejak semula mempunyai tempat begitu besar dalam dialognya. Sebab, kesediaan mengikuti dengan sungguh-sungguh bahwa tradisi agama terbentuk dalam waktu, dan selalu mempunyai dimensi historis, membuat agama itu mampu menampung ilham baru apa pun ke dalam realita dari warisan dan dari titik tolak mulanya yang kreatif, yang dapat terjadi lewat penelitian ilmiah atau pengalaman ruhani baru. Al Syafi’i membawa ke depan kecenderungan yang sudah ada secara laten dalam karya (Nabi) Muhammad sendiri ketika ia menekankan pemahaman Al-Quran secara benar-benar konkret dalam interaksi historisnya dengan kehidupan Nabi Muhamad dan masyarakat beliau. Ia (Al-Syafi’i) melakukan hal ini memang tanpa ketepatan sejarah tertentu, tetapi itu bukanlah maksudnya yang semula; dan meskipun oleh kaum muslim kemudian hari kajian yang jujur tentang kenyataan sejarah masa lalu Islam ditukar dengan gambaran stereotipikal dan berang, namun mereka tidak pernah mengingkari prinsip bahwa ketepatan historis adalah fondasi semua pengetahuan keagamaan.  Sekarang bandingkan ungkapan Hodgson itu dengan yang dapat kita baca dalam sebuah kitab klasik, yaitu kitab Muhyiddin ibn Al-‘Arabi, Fushûsh al-Hikam, dalam syarah Al-Syaikh Abdurrazzaq Al-Qasyani. Dalam kitab ini dijelaskan tentang adanya konteks sejarah bagi ajaran agama-agama sehingga menghasilkan manifestasi lahiriah yang berbeda-beda. Padahal inti semua agama yang benar, sepanjang ajaran tentang pasrah kepada Allah (Islâm) berdasarkan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa (tawhîd). Dalam syarah Fushâsh al-Hikam diuraikan bahwa jika cara turunnya ajaran ke dalam jiwa para nabi itulah yang dimaksud dengan kesatuan cara yang diturunkannya semua ajaran (dari Tuhan), lalu mengapa agama para nabi itu berbeda-beda? Jawabnya ialah, karena terdapat perbedaan kesiapan antara berbagai umat maka berbeda pula bentuk-bentuk jalan tauhid dan bagaimana jalan itu ditempuh, sementara maksud, tujuan dan hakikat metode itu semuanya satu, seperti jari-jari yang menghubungkan garis luar lingkaran dengan titik pusat lingkaran itu. Jari-jari tersebut merupakan jalan-jalan yang berbeda-beda menurut perbedaan garis yang menghubungkan antara titik pusat lingkaran itu dengan setiap titik yang ditentukan pada garis lingkar luarnya. Sama juga dengan cara pengobatan yang berbeda-beda, namun tujuannya adalah satu, yakni kesehatan, dan semua cara pengobatan itu sebagai cara menyingkirkan penyakit dan mengembalikan kesehatan adalah satu. Maka begitu pula cara turunnya ajaran kepada Para Nabi adalah satu, dan tujuannya ialah hidayah ke arah kebenaran. Jadi jalan tauhid pun satu, tetapi perbedaan kesiapan umat manusia mengakibatkan perbedaan agama dan aliran. Sebab perbaikan setiap umat adalah dengan menghilangkan keburukan yang khusus ada padanya, dan hidayah mereka bersumber dari berbagai sentra dan martabat yang berbeda-beda menurut tabiat dan kejiwaan mereka.  Pendekatan historis ini tidaklah berarti relativisasi total ajaran agama dan sifat yang memandang sebagai tidak lebih daripada produk pengalaman sejarah belaka. Justru dalam penegasan tentang kesatuan agama para Nabi terkandung makna yang tegas bahwa ada sesuatu yang benar-benar universal dalam setiap agama dan menjadi titik pertemuan antara semua agama. Dan karena yang universal ini tidak terikat oleh ruang dan waktu, maka dapat disebut “tidak historis”.  Tetapi masalahnya tetap sama, yaitu bagaimana menangkap pesan inti yang universal itu, yang tidak tergantung kepada konteks, juga tidak kepada suatu sebab khusus dari asbabun nuzul munculnya suatu ajaran atau hukum. Maka banyak para ahli yang akhirnya sampai kepada persoalan bahasa: bagaimana kita mempersepsi suatu ungkapan linguistik untuk dapat melakukan generalisasi tinggi dari makna immediate-nya ke makna universalnya. Berkaitan dengan ini, penting sekali memahami penegasan dalam Kitab Suci bahwa Allah tidak mengutus seorang Rasul pun kecuali dengan bahasa kaumnnya (Q., 14: 4). Maka meskipun bahasa para nabi itu bermacam-macam, namun tujuan dan makna risâlah mereka adalah sama. Hal yang sudah amat jelas ini perlu dipertegas, agar kita waspada jangan sampai terkungkung oleh lingkaran kebahasaan semata dan terjerumus ke dalam sikap mental seolah-olah suatu nilai akan hilang kebenarannya jika tidak dinyatakan dalam bahasa tertentu atau ungkapan kebahasaan tertentu yang dianggap suci. Bahasa termasuk kategori historis, dan kesadaran kebahasaan akan dengan sendirinya menyangkut kesadaran historis. []  Sumber: ensiklopedi Nurcholish Madjid, buku II, h. 875</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jorumongso.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jorumongso.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jorumongso.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jorumongso.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jorumongso.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jorumongso.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jorumongso.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jorumongso.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jorumongso.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jorumongso.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jorumongso.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jorumongso.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jorumongso.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jorumongso.wordpress.com/333/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jorumongso.wordpress.com&amp;blog=5174980&amp;post=333&amp;subd=jorumongso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jorumongso.wordpress.com/2009/04/03/historisitas-ajaran-keagamaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/138f61b1e63009f2fd37cce3794486bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jorumongso</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jorumongso.files.wordpress.com/2009/04/n48905229533_34841.jpg?w=73" medium="image">
			<media:title type="html">n48905229533_34841</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>awal yang menentukan akhir</title>
		<link>http://jorumongso.wordpress.com/2009/03/24/awal-yang-menentukan-akhir/</link>
		<comments>http://jorumongso.wordpress.com/2009/03/24/awal-yang-menentukan-akhir/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2009 03:05:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jorumongso</dc:creator>
				<category><![CDATA[pemahaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jorumongso.wordpress.com/?p=313</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkan terpikirkan bahwa apa yang kita peroleh di akhir dalam segala usaha kita tergantung dari bagaimana kita mengawalinya. Segala tujuan yang kita miliki, seluruhnya baik adanya, tidak ada yang salah, namun permasalahannya akan terjadi dan timbul ketika bagaimana kita tidak dapat menentukan langkah awal yang tepat dalam memulai mewujudkan tujuan tersebut. Menentukan langkah awal tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jorumongso.wordpress.com&amp;blog=5174980&amp;post=313&amp;subd=jorumongso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-328" title="healthy_start_logo2" src="http://jorumongso.files.wordpress.com/2009/03/healthy_start_logo2.jpg?w=128&#038;h=89" alt="healthy_start_logo2" width="128" height="89" />Pernahkan terpikirkan bahwa apa yang kita peroleh di akhir dalam segala usaha kita tergantung dari bagaimana kita mengawalinya. Segala tujuan yang kita miliki, seluruhnya baik adanya, tidak ada yang salah, namun permasalahannya akan terjadi dan timbul ketika bagaimana kita tidak dapat menentukan langkah awal yang tepat dalam memulai mewujudkan tujuan tersebut. Menentukan langkah awal tidak saja tercermin dari kesiapan membuat segala perencanaan yang matang tetapi juga mengukur jauh ke dalam tentang objektivitas tujuan terhadap diri, orang lain dan lingkungan.<span id="more-313"></span></p>
<p>Menentukan secara seksama, kapan harus memulai atau menunda suatu pekerjaan dalam mewujudkan rencana memang di butuhkan kejelian dan naluri yang cukup. Tidak semua rencana harus dilaksanakan hari ini dan sesegera mungkin, atau tidak juga rencana diundur sampai waktu dan kesiapan yang belum ada kejelasan.</p>
<p>Ada juga yang telah mampu menyusun rencana dengan berbagai perhitungan teoritis yang begitu matang, bahkan di sertai pula dengan berbagai hasil kajian dan analisa berbagai sumber, untuk menghindari kemungkinan kegagalan. Seluruh detail langkah kegiatannya telah diformulasikan dalam satuan waktu yang spefisik dan akurat.</p>
<p>Secara logis,  semestinya pasti berhasil ya minimal berjalan sesuai rencana. Manusia berencana Tuhan yang menentukan. Sesempurnanya suatu rencana, hanya Tuhan Yang Maha Sempurna diatas segala rencanaNya,. korelasinya, segala sesuatu yang kita rencanakan tetaplah berusaha mengacu pada rencanaNya Tuhan.</p>
<p>Sejatinya tidak sulit menangkap dan menemukan acuan rencana Tuhan yang di isyaratkan dalam berbagai bentuk yang paling mendekati kita, entah berupa kejadian, permasalahan dan peruntungan, perenungan, ide dan gagasan dan lain hal sebagainya.  Sesuatu yang terjadi pada diri kita bukan suatu yang kebetulan, kepastian ada maksudnya. Yang dapat mengambil hikmahnya pasti menemukan pelajaran disana. Semuanya telah diberikan dalam berbagai bentuk sebagai suatu petunjuk untuk kita. Yang tersisa adalah, bagaimana mencermati segala petunjuk tersebut dan di selaraskan dengan rencana atau keinginan dalam diri kita.</p>
<p>Semoga rencana yang kita susun dapat kita awali dengan langkah yang tepat, akal yang sehat dan hati yang jernih&#8230;.,</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jorumongso.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jorumongso.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jorumongso.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jorumongso.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jorumongso.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jorumongso.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jorumongso.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jorumongso.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jorumongso.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jorumongso.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jorumongso.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jorumongso.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jorumongso.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jorumongso.wordpress.com/313/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jorumongso.wordpress.com&amp;blog=5174980&amp;post=313&amp;subd=jorumongso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jorumongso.wordpress.com/2009/03/24/awal-yang-menentukan-akhir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/138f61b1e63009f2fd37cce3794486bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jorumongso</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jorumongso.files.wordpress.com/2009/03/healthy_start_logo2.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">healthy_start_logo2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>sabar yang sia-sia</title>
		<link>http://jorumongso.wordpress.com/2009/03/18/sabar-yang-sia-sia/</link>
		<comments>http://jorumongso.wordpress.com/2009/03/18/sabar-yang-sia-sia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2009 10:36:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jorumongso</dc:creator>
				<category><![CDATA[pemahaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jorumongso.wordpress.com/?p=310</guid>
		<description><![CDATA[Tidak mudah untuk bersikap sabar. Sabar bukanlah menunggu sesuatu tanpa mengerti apa yang di tunggu atau juga giat mencari tanpa tahu apa yang harus di cari. Mencoba sabar tetapi dengan tetap menumbuhkan kemauan&#8230;adalah sia-sia belaka! Keduanya bertolak belakang, bahkan saling berlawan. Satu sisi bersikap meminimalkan, dan sisi yang lain bersifat memiliki kecenderungan untuk memaksimalkan. Manusia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jorumongso.wordpress.com&amp;blog=5174980&amp;post=310&amp;subd=jorumongso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-315" title="sabar-subur-22" src="http://jorumongso.files.wordpress.com/2009/03/sabar-subur-22.jpg?w=72&#038;h=96" alt="sabar-subur-22" width="72" height="96" />Tidak mudah untuk bersikap sabar. Sabar bukanlah menunggu sesuatu tanpa mengerti apa yang di tunggu atau juga giat mencari tanpa tahu apa yang harus di cari. Mencoba sabar tetapi dengan tetap menumbuhkan kemauan&#8230;adalah sia-sia belaka!<span id="more-310"></span><br />
Keduanya bertolak belakang, bahkan saling berlawan. Satu sisi bersikap meminimalkan, dan sisi yang lain bersifat memiliki kecenderungan untuk memaksimalkan. Manusia bukan harus meniadakan kemauan dan keinginan. Alangkah menjadi kurang tepat bila sema kemauan dan keinginan di musnahkan tanpa sisa. Menyalahi kodratNya. Tetapi keduanya harus dapat di kendalikan, di minimalisir dan di waspadai. Apabila kemauan dan keinginan tersebut timbul, manusia harus dapat bersikap menentukan batasannya. Kemauan dan keinginan inilah yang kelak memiliki potensi atas semua permasalahan apabila tidak dapat di kenali batasannya.<br />
Sabar bukan alat untuk mengendalikan dan membatasinya, tetapi setidaknya dapat dijadikan sebagai instrumen lain untuk mengenali agar tidak melampaui batas. Sabar adalah hal lain yang terlebih dahulu semestinya telah ada sebelum kemauan dan keinginan tersebut timbul.</p>
<p>Banyak manusia terjatuh karena kemauan dan keinginannya yang melebihi batas dan kapasitas. Dan ketika mereka terjatuh barulah mereka bersabar&#8230;Ironis! Sabar yang sia-sia. Sabar yang timbul dari suatu kegagalan.</p>
<p>Takkan mungkin manusia sanggup bersabar, apabila ketika masih berkobar api kemauan dan keinginan yang bisa membakar dirinya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jorumongso.wordpress.com/310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jorumongso.wordpress.com/310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jorumongso.wordpress.com/310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jorumongso.wordpress.com/310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jorumongso.wordpress.com/310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jorumongso.wordpress.com/310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jorumongso.wordpress.com/310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jorumongso.wordpress.com/310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jorumongso.wordpress.com/310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jorumongso.wordpress.com/310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jorumongso.wordpress.com/310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jorumongso.wordpress.com/310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jorumongso.wordpress.com/310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jorumongso.wordpress.com/310/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jorumongso.wordpress.com&amp;blog=5174980&amp;post=310&amp;subd=jorumongso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jorumongso.wordpress.com/2009/03/18/sabar-yang-sia-sia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/138f61b1e63009f2fd37cce3794486bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jorumongso</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jorumongso.files.wordpress.com/2009/03/sabar-subur-22.jpg?w=72" medium="image">
			<media:title type="html">sabar-subur-22</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>keajaiban, mukjizat, keberuntungan tidak pernah ada, kedangkalan akal yang ada!</title>
		<link>http://jorumongso.wordpress.com/2008/12/12/keajaiban-mukjizat-keberuntungan-tidak-pernah-ada-kedangkalan-akal-yang-ada/</link>
		<comments>http://jorumongso.wordpress.com/2008/12/12/keajaiban-mukjizat-keberuntungan-tidak-pernah-ada-kedangkalan-akal-yang-ada/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 17:42:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jorumongso</dc:creator>
				<category><![CDATA[pemahaman]]></category>
		<category><![CDATA[akal]]></category>
		<category><![CDATA[keajaiban]]></category>
		<category><![CDATA[keberuntungan]]></category>
		<category><![CDATA[kejadian]]></category>
		<category><![CDATA[mukjizat]]></category>
		<category><![CDATA[pikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jorumongso.wordpress.com/?p=299</guid>
		<description><![CDATA[Sesuatu yang terjadi di luar akal, ratio, empiris dalam suatu masalah selalu di kaitkan dengan keajaiban, mukjizat, keberuntungan dan sebagainya. Ini adalah sedikit ciri dari minim dan dangkalnya akal berpikir untuk mampu mengungkap hal tersebut. Meskipun hal-hal tersebut pernah di riwayatkan  di masa lampau dalam berbagai cerita di kitab suci namun semua kejadian tersebut ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jorumongso.wordpress.com&amp;blog=5174980&amp;post=299&amp;subd=jorumongso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-300" title="miracle" src="http://jorumongso.files.wordpress.com/2008/12/miracle.gif?w=96&#038;h=96" alt="miracle" width="96" height="96" />Sesuatu yang terjadi di luar akal, ratio, empiris dalam suatu masalah selalu di kaitkan dengan keajaiban, mukjizat, keberuntungan dan sebagainya. Ini adalah sedikit ciri dari minim dan dangkalnya akal berpikir untuk mampu mengungkap hal tersebut. Meskipun hal-hal tersebut pernah di riwayatkan  di masa lampau dalam berbagai cerita di kitab suci namun semua kejadian tersebut ada maksudNya dan perencanaanNya. Kini di jaman yang lebih maju (teknologi dan pengetahuan) dan berbudaya, cerita tersebut diatas hanya menggambarkan kemunduran akal pikiran dalam fungsinya. <span id="more-299"></span><br />
Seharusnya akal pikiran menjadi cerminan dari kecerdasan bathin bukan sebaliknya. Bila kita mengetahui adanya suatu ketentuan, tentu kita akan segera menjadi maklum dengan kejadianNya. Kita sering terpana oleh kejadian atau peristiwa yang di luar akal, ratio dan nalar pikiran kita namun sejatinya semua itu memang dijadikan untuk memberikan petunjuk dan peringatan akan keberadaanNya. Kadang kita masih saja bermain-main dengan mencoba untuk mencerna, menguraikan bahkan menyimpulkan serta menganalogikan kejadiannya. Menjauhkan dari pendekatan yang seharusnya dapat digunakan untuk menjelaskan hal tersebut.<br />
Di saat ketidak mampuan kita untuk melakukan segala upaya apapun, maka kejadian dan ketentuan tersebut (sekali lagi!) selalu hadir untuk menjadi bukti kekuasaanNya. Kronologis peristiwaNya bahkan di luar kebiasaan dan logika yang normative, tetapi di sinilah letak kemampuanNya. Tidak ada yang tidak mungkin bila memang sudah menjadi kehendakNya. Namun, jangan mencoba berharap dan menggantungkan kejadian tersebut akan datang, kesia-siaan adanya! Semuanya terjadi di saat kita lengah, gelap, bimbang dan bingung bahkan tidak lagi mengerti apa yang akan kita lakukan namun tetap dalam kondisi yang terjaga dari bersihnya maksud dan pamrih. Kalaupun hasilnya terjadi, tidak berlebihan dan kecukupan adanya. Dapat saja terjadi begitu berlebihan namun renungkan kembali dan jangan tergesa gembira karena bisa saja itu bukan manfaat tapi lebih sebagai mudarat (ujian).<br />
Sejatinya tidak begitu sulit untuk menghadirkan fenomena kejadian tersebut, selain di butuhkan kestabilan, keteguhan dan kemantapan yang ekstra kuat dan begitu panjang,  banyak lagi ukuran pendukung yang menentukan. Yang pasti satu-satunya keajaiban dan mukjizat adalah diriNya sendiri. Akal pikiran tidak pernah menjangkau hal tersebut.  Jangan dangkalkan akal pikiran kita!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jorumongso.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jorumongso.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jorumongso.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jorumongso.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jorumongso.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jorumongso.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jorumongso.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jorumongso.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jorumongso.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jorumongso.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jorumongso.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jorumongso.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jorumongso.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jorumongso.wordpress.com/299/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jorumongso.wordpress.com&amp;blog=5174980&amp;post=299&amp;subd=jorumongso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jorumongso.wordpress.com/2008/12/12/keajaiban-mukjizat-keberuntungan-tidak-pernah-ada-kedangkalan-akal-yang-ada/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/138f61b1e63009f2fd37cce3794486bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jorumongso</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jorumongso.files.wordpress.com/2008/12/miracle.gif?w=96" medium="image">
			<media:title type="html">miracle</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>masalah, membuat hidup lebih indah</title>
		<link>http://jorumongso.wordpress.com/2008/12/10/masalah-membuat-hidup-lebih-indah/</link>
		<comments>http://jorumongso.wordpress.com/2008/12/10/masalah-membuat-hidup-lebih-indah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Dec 2008 15:46:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jorumongso</dc:creator>
				<category><![CDATA[pemahaman]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[indah]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[sms]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jorumongso.wordpress.com/?p=294</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah sms terkirim, isinya “…gw dah capek, bosen, koq masalah gak abis2 ya?&#8230;”. Ujung dari sms tersebut, sang sahabat langsung telepon minta ketemu, curhat habis-habisan. Mengeluh, menggebu, dan  akhirnya melirih…” koq hidupku isinya masalah aja ya!”. Buat kebanyakan orang, masalah adalah derita, sedikit dari mereka yang mengerti bahwa hidup begitu indah dengan masalah. Masalahlah yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jorumongso.wordpress.com&amp;blog=5174980&amp;post=294&amp;subd=jorumongso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-295" title="solution_source_questions" src="http://jorumongso.files.wordpress.com/2008/12/solution_source_questions.jpg?w=93&#038;h=96" alt="solution_source_questions" width="93" height="96" />Sebuah sms terkirim, isinya “…gw dah capek, bosen, koq masalah gak abis2 ya?&#8230;”. Ujung dari sms tersebut, sang sahabat langsung telepon minta ketemu, curhat habis-habisan. Mengeluh, menggebu, dan  akhirnya melirih…” koq hidupku isinya masalah aja ya!”. Buat kebanyakan orang, masalah adalah derita, sedikit dari mereka yang mengerti bahwa hidup begitu indah dengan masalah. Masalahlah yang membuat hidup jadi indah. Di mana indahnya?<span id="more-294"></span><br />
Pada dasarnya selalu ada masalah dalam kehidupan yang kita lalu. Ada masalah yang telah ditetapkan seperti yang telah di suratkan dalam kitab suci – “<em>…dan demikianlah telah Kami uji sebagian mereka…</em>”. Pemahaman uji atau ujian disini yang bisa di sebut sebagai masalah. Ada pula masalah yang tidak secara sengaja kita ciptakan sendiri, atau kita yang mencari masalah. Artinya, ada masalah yang memang diciptakanNya dan ada juga masalah yang kita ciptakan.<br />
Kadang kita juga sering membanding-bandingkan masalah orang lain dan diri kita, dan ini sering dilakukan untuk mencoba mendekati definisi bersyukur yang mereka pahami. Padahal, sejatinya setiap masalah yang dialami oleh setiap manusia, siapa saja, adalah sama, namun beban dan kadarnya yang membedakan tergantung kualitas manusianya.  Tidak ada manusia yang luput dari masalah.<br />
Bila di analogikan, misal ada sepuluh masalah yang telah menjadi ketetapanNya. Masing-masing masalah telah memiliki sebutan berdasarkan angkanya, masalah no.1, no.2…dan no.10.  Ke sepuluh masalah inilah yang di ujikan kepada kita, bagai sebuah ujian saat menghadapi test. Kurun waktu pertama dalam waktu yang sama si A mendapatkan masalah no.4, si B mendapatkan no.7, dan si C no.9. Semuanya mendapatkan masalah yang sama namun kapan urutan masalah tersebut terjadi yang kita tidak pernah mengerti. Namun mutlak kesepuluhnya tetap di ujikan kepada kita. Sebagian yang cerdas (bathin) dan pintar (akal) dapat menyelesaikan setiap masalah yang di hadapi secara efektif, sebagian lagi malah menimbulkan dan menambah masalah baru (di luar kesepuluh masalah yang telah ada) dan menjadikannya lebih kompleks karena kesalahan mereka dalam menafsirkan dan menyimpulkan penyelesaian masalahnya.  Bahkan ada pula yang meninggalkan dan lari dari masalah tersebut atau membiarkankan masalah tersebut selesai karena waktu tanpa mencoba menyelesaikannya. Memang bisa, namun secara kualitas manusianya tidak akan pernah beranjak pada tingkat atau status yang lebih baik. Keterbatasan diri kita bukanlah suatu alasan untuk membiarkan masalah minimal kita, kecuali kita berpuas diri hanya pada keadaan diri kita saat ini saja! Tapi benarkan ? Manusia harus beranjak dari permasalahan yang diujikan, inilah maksudNya untuk membuat diri kita lebih bernilai dan berkualitas dari mereka kebanyakan dengan referensi dan pemahaman dari masalah yang telah mereka selesaikan.<br />
Semua masalah yang ujikan idealnya memberikan pelajaran bagi diri kita untuk lebih mengetahui (knowing), mengerti (understanding), memahami (experiencing) tentang hakekat dan esensi kehidupan yang kita jalani. Ukuran kualitas yang dimaksud adalah seberapa jauh manusia mampu untuk sekedar tahu (knowing), lebih mengerti (unerstanding) atau jauh memahami (experiencing). Ketiga memiliki kedekatan makna yang sama tetapi dengan bobot kualitas dan nilai yang beda!<br />
Sedapat mungkin kita di haruskanNya meminimalisir turunan masalah yang ada. Berbagai uraian yang di jabarkan di kitab suci secara tersurat menggambarkan bagaimana kita harus menyelesaikan berbagai masalah, artinya Tuhanpun telah memberikan isyarat dan tanda bagaimana sebuah masalah harus di selesaikan bukan cuma berbekal pada kepintaran akal dan pengalaman untuk menyelesaikannya. Di butuhkan pula pemahaman secara bathin untuk dapat mengenali dan memahami pemasalahan yang ada. Yang kemudian tinggal bagaimana kita sanggup memaknakan yang tersurat untuk dapat memahami dari kejadian yang tersirat dalam diri kita, alam semesta dan permasalahannya itu sendiri.<br />
Akhirnya bagaimana kita dapat memberikan keindahan dari kehidupan kita dengan masalah yang ada yaitu pada saaat kita sanggup terlepas dari berbagai masalah dan memperoleh pelajari dan pemahaman pemaknaan yang telah kita alami. Di harapkan kedepannya kitapun dapat menyelesaikan masalah (yang sama atau mirip) yang timbul di masa yang akan datang atau minimal kita bisa berbagi tentang solusi dari masalah tersebut kepada orang lain. Nikmatnya berbagi inilah yang menjadikan hidup semakin indah. Hidup lebih kaya karena kita mampu memberi dan berbagi.<br />
Indahnya hidup dengan masalah!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jorumongso.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jorumongso.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jorumongso.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jorumongso.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jorumongso.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jorumongso.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jorumongso.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jorumongso.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jorumongso.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jorumongso.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jorumongso.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jorumongso.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jorumongso.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jorumongso.wordpress.com/294/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jorumongso.wordpress.com&amp;blog=5174980&amp;post=294&amp;subd=jorumongso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jorumongso.wordpress.com/2008/12/10/masalah-membuat-hidup-lebih-indah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/138f61b1e63009f2fd37cce3794486bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jorumongso</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jorumongso.files.wordpress.com/2008/12/solution_source_questions.jpg?w=93" medium="image">
			<media:title type="html">solution_source_questions</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>berlari mengejar siapa? diam menunggu siapa?</title>
		<link>http://jorumongso.wordpress.com/2008/12/10/berlari-mengejar-siapa-diam-menunggu-siapa/</link>
		<comments>http://jorumongso.wordpress.com/2008/12/10/berlari-mengejar-siapa-diam-menunggu-siapa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2008 17:20:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jorumongso</dc:creator>
				<category><![CDATA[pemahaman]]></category>
		<category><![CDATA[akal]]></category>
		<category><![CDATA[bathin]]></category>
		<category><![CDATA[diam]]></category>
		<category><![CDATA[kejar]]></category>
		<category><![CDATA[lari]]></category>
		<category><![CDATA[Nya]]></category>
		<category><![CDATA[siapa]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[tunggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jorumongso.wordpress.com/?p=289</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah memiliki ambisi untuk melakukan suatu hal dengan mengerahkan seluruh upaya kita? Tenaga, pikiran, materiil, waktu! Atau mungkin kita mencoba berdiam diri menunggu keajaiban yang jatuh dari langit? Bam! Lalu bagaimana seharusnya kita bersikap? Berlari atau menunggu? Apapun yang kita lakukan tanpa kehendak, kuasa dan izinNya akan menjadi suatu keniscayaan! Bagaimana mengetahui bahwa apa yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jorumongso.wordpress.com&amp;blog=5174980&amp;post=289&amp;subd=jorumongso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-290" title="wastedtime" src="http://jorumongso.files.wordpress.com/2008/12/wastedtime.jpg?w=75&#038;h=95" alt="wastedtime" width="75" height="95" />Pernahkah memiliki ambisi untuk melakukan suatu hal dengan mengerahkan seluruh upaya kita? Tenaga, pikiran, materiil, waktu! Atau mungkin kita mencoba berdiam diri menunggu keajaiban yang jatuh dari langit? Bam! Lalu bagaimana seharusnya kita bersikap? Berlari atau menunggu?  Apapun yang kita lakukan tanpa kehendak, kuasa dan izinNya akan menjadi suatu keniscayaan! Bagaimana mengetahui bahwa apa yang akan kita lakukan mendapat restu dariNya?<span id="more-289"></span><br />
Merenung sebelum bertindak sejatinya merupakan langkah awal untuk dapat menentukan dan mengetahui apakah sesuatu yang akan kita lakukan bisa terwujud dalam suatu realitas kenyataan seperti yang dikehenki atau kuasaNya yang menjadi ketentuanNya. Proses merenung (ngematke-jawa) adalah sebagian proses melihat dan membaca (iqra?) dengan menggunakan seluruh unsur keunggulan manusia. Akal dan bathin! Gabungan keduanya merupakan kekuatan yang dapat melihat dengan jernih segala tujuan yang hendak kita capai.<br />
Dengan akal kita dapat menentukan aplikasi, perangkat, strategi dan resikonya, sedangkan dengan bathin kita dapat menemukan batasan, ukuran, dan kemampuannya Akal yang bersifat selalu memandang ke depan berlawan dengan bathin yang mengukur ke belakang, dalam arti bathin juga  sebagai peringatan (alarm) dalam diri kita yang berfungsi sebagai pemberi tanda (sign) akan kapasitas diri terhadap muatan beban (tanggung jawab) yang di bentuk oleh akal. Bukankah, sebuah truk pengakut juga memiliki kapasitas sesuai dengan ukurannya? Kitapun makan sesuai dengan porsinya.<br />
Kalau ini dapat kita lakukan barang seenak sebelum kita bertindak maka akan memberikan manfaat pada diri andai semua yang kita rencanakan memang di luar batas kemampuan. Jangan berandai-andai suatu keberhasilan tanpa mengetahui kapasitas untuk memperolehnya.<br />
Proses bertindak atau melakukan sesuatu adalah hasil dari keunggulan akal sedangkan proses berdiam merupakan dominasi bathin. Tidak ada yang dapat menyimpulkan mana yang lebih baik atau lebih benar. Bertindak di luar kemampuan juga bukan perbuatan bijak, sebaliknya berdiam dengan harapan keajaiban juga bukan hal yang di benarkan. Biasanya, tindakan berdiam sering di konotasikan dan di dekatkan pada definisi pasrah! Idealnya tidak sepeti itu.<br />
Pernah mendengar cerita atau melihat seseorang yang (terlihat) tidak melakukan apa-apa namun menemukan apa yang kita cari, sedang kita sendiri jauh dari keberhasilan? Atau juga pernah mendengar kisah caleg atau capilkada yang jatuh secara mental dan bertindak di luar akal sehat melihat kenyataan yang di luar harapan?<br />
Berbagai anjuran yang tersebar di kitab suci menganjurkan manusia untuk menggunakan akalnya. Tetapi bukan serta merta melakukan segalanya hanya dengan instrumen akal belaka, karena sifat akal yang sejatinya hanya pandai berhitung – untung rugi, menang kalah, besar kecil, banyak sedikir dan sebagainya. Semua parameter kuantitatif sanggup di cerna akal sedang bagaimana batasan dan definisinya secara kualitatif yang hanya mampu di cerna dan di baca oleh bathin. Artinya sebelum menentukan suatu nilai (dengan menggunakan akal) haruslah di dahulukan pendefinisian dari suatu nilai tersebut.<br />
Banyak orang mengagungkan akal, ideology otak! Semua hal hanya berdasarkan atas persepsi akal dan meniadakan parameter bathin sebagai batasannya, kalau pun ada tetap di kalahkan. Keyakinan berdasarkan ratio. Memang tidak sedikit yang berhasil namun ini juga harus di renungkan apakah hasil ini memang merupakan buah kerja keras atau sebuah ujian yang mengandung beban tersembunyi? Banyak kejadian ketika seseorang telah berhasil melakukan semua upaya dengan hasil yang memuaskan secara material namun tetap saja merasakan kehampaan, kekosongan bahkan ketiadaan! Kurang bersyukur? Ternyata memang ada tujuan sejati yang seharusnya menjadi arah bagi langkah kita ke depan.<br />
Sebelum bersikap, berlari atau diam, tentukan dahulu apa yang menjadi tujuan dan arah diri kita. Seimbangkan kekuatan akal dan bathin. Yang akhirnya tujuan tersebut bukanlah arah yang kosong atau penantian yang sia-sia. Tuhan Maha Sempurna atas semua rencanaNya.  Semoga bermanfaat dan mohon maafnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jorumongso.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jorumongso.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jorumongso.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jorumongso.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jorumongso.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jorumongso.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jorumongso.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jorumongso.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jorumongso.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jorumongso.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jorumongso.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jorumongso.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jorumongso.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jorumongso.wordpress.com/289/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jorumongso.wordpress.com&amp;blog=5174980&amp;post=289&amp;subd=jorumongso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jorumongso.wordpress.com/2008/12/10/berlari-mengejar-siapa-diam-menunggu-siapa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/138f61b1e63009f2fd37cce3794486bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jorumongso</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jorumongso.files.wordpress.com/2008/12/wastedtime.jpg?w=75" medium="image">
			<media:title type="html">wastedtime</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>tips: sebuah blog (Indonesia) idealnya&#8230;.</title>
		<link>http://jorumongso.wordpress.com/2008/12/05/tips-sebuah-blog-indonesia-idealnya/</link>
		<comments>http://jorumongso.wordpress.com/2008/12/05/tips-sebuah-blog-indonesia-idealnya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 02:41:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jorumongso</dc:creator>
				<category><![CDATA[informasi]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[generasi]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kawan]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[sdm]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jorumongso.wordpress.com/?p=236</guid>
		<description><![CDATA[Banyak alasan ketika seseorang memutuskan untuk membuat blog. Bisa memang sebagai ajang tulisan pribadi (diary), pelampiasan hati yang terpendam (curhat), tempat menampilkan kreatifitas, aktualitas dan aktivitas, atau lain sebagainya. Alangkah baiknya jika semua alasan di atas tetap mememiliki tujuan yang positif dan mulia yaitu sebagai informasi yang dapat digunakan oleh semua orang. Selain dari alasan-alasan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jorumongso.wordpress.com&amp;blog=5174980&amp;post=236&amp;subd=jorumongso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--> <img class="alignleft size-thumbnail wp-image-283" title="bendera-ri" src="http://jorumongso.files.wordpress.com/2008/12/bendera-ri.jpg?w=96&#038;h=96" alt="bendera-ri" width="96" height="96" />Banyak alasan ketika seseorang memutuskan untuk membuat blog. Bisa memang sebagai ajang tulisan pribadi (diary), pelampiasan hati yang terpendam (curhat), tempat menampilkan kreatifitas, aktualitas dan aktivitas, atau lain sebagainya. Alangkah baiknya jika semua alasan di atas tetap mememiliki tujuan yang positif dan mulia yaitu sebagai informasi yang dapat digunakan oleh semua orang. <span id="more-236"></span>Selain dari alasan-alasan tersebut diatas kita juga mewujudkan anggapan masyarakat bahwa dengan internet (melalui blog) dapat dijadikan sebagai pusat informasi tanpa batas dan ruang.</p>
<p>Sebuah blog di Indonesia seharusnya :</p>
<ul>
<li>Berisi artikel, informasi yang yang bermanfaat. idealnya sebuah blog harus memberikan manfaat kepada para bloger lainnya, pengunjung blog anda dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Ingat,  masih banyak masyarakat Indonesia di belahan daerah lain di Indonesia yang masih membutuhkan informasi atas kecerdasan, keahlian dan pengalaman dari anda. Untuk itu galilah semua informasi yang berguna di sekitar kita untuk dapat kita sajikan di blog sebagai pencerahan bagi setiap orang.</li>
<li>Sarana untuk mencari teman, sahabat, kawan, relasi, link, komunitas dan lain-lainnya bukan sebaliknya mencari musuh, lawan, kompetitor (negatif) dan sebagainya. Hal sering terjadi dalam sebuah postingan dalam blog selalu menimbulkan peluang konflik, baik yang bersifat halus atau terang-terangan. Seharusnya sebuah blog dapat di jadikan tempat untuk berbagi pendapat, ide, masukan, konsep dan pemikiran untuk ke arah yang lebih maju, saling menguntungkan dan bermanfaat, tidak untuk di jadikan ajang saling umpat, maki2 dan sebagainya. Kadang capek bacanya kalau melihat blog yang isinya cuma eyel-eyelan aja!, please jangan terpancing oleh pihak2 yang ngawur, licik dan picik!</li>
<li>Kalaupun anda menggunakan blog sebagai tempat untuk melakukan bisnis, setidaknya lakukanlah kegiatan bisnis yang beretika, informasi bisnis yang akurat, tidak mengada-ada (dan please jangan menipu masyarakat sendiri).  Sebenarnya WordPress sendiri melarang pengguna blognya (apalagi yang gratisan) untuk digunakan sebagai ajang bisnis.</li>
</ul>
<blockquote><p>Also I don’t like the idea of people blogging for money. Blog because you love writing, blog to communicate, blog because you can’t do anything else. Don’t blog just for profit, it’s too personal to sell it so cheaply.&#8221;<br />
<em>sumber:rizkivmaster on wordpress forum&gt;bantuan</em></p></blockquote>
<p>tetapi memang pada dasarnya&#8230;</p>
<blockquote><p>segala bentuk iklan komersil semacam <strong>adsense</strong>, <strong>adword</strong>, <strong>pay-per-click</strong>, <strong>referral</strong>, <strong>affiliasi</strong>, <strong>marketing</strong>, <strong>make money online</strong>, dll dilarang dipasang di blog gratis WordPress.com&#8230;.<br />
sumber : babalicou5 on wordpress forum&gt;bantuan</p></blockquote>
<p><em>semua tulisan ini diatas pada dasarnya hanya ingin mewujudkan harapan agar bagaimana masyarakat dan bangsa Indonesia dapat lebih cerdas, kritis dan intelektual terhadap informasi-informasi yang berkembang. Ciptakan SDM generasi yang bermutu, hindari perpecahan, dan berpikir positif! Generasi Indonesia harus segera menjadi warga dunia kelas SATU bukan lagi generasi ke tiga di negara berkembang lagi&#8230; i love u Indonesia.</em></p>
<p>salam.<em><br />
</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jorumongso.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jorumongso.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jorumongso.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jorumongso.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jorumongso.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jorumongso.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jorumongso.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jorumongso.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jorumongso.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jorumongso.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jorumongso.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jorumongso.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jorumongso.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jorumongso.wordpress.com/236/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jorumongso.wordpress.com&amp;blog=5174980&amp;post=236&amp;subd=jorumongso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jorumongso.wordpress.com/2008/12/05/tips-sebuah-blog-indonesia-idealnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/138f61b1e63009f2fd37cce3794486bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jorumongso</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jorumongso.files.wordpress.com/2008/12/bendera-ri.jpg?w=96" medium="image">
			<media:title type="html">bendera-ri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>iblis menggugat tuhan (the madness of god)</title>
		<link>http://jorumongso.wordpress.com/2008/12/03/iblis-menggugat-tuhan-the-madness-of-god/</link>
		<comments>http://jorumongso.wordpress.com/2008/12/03/iblis-menggugat-tuhan-the-madness-of-god/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2008 09:42:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jorumongso</dc:creator>
				<category><![CDATA[informasi]]></category>
		<category><![CDATA[esa]]></category>
		<category><![CDATA[iblis]]></category>
		<category><![CDATA[menggugat]]></category>
		<category><![CDATA[shawni]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jorumongso.wordpress.com/?p=278</guid>
		<description><![CDATA[kau bilang adam berdosa gara2 hasutanku? kalau begitu, atas hasutan siapa aku melakukan dosa? aku sebenarnya melakukan apa yang Dia perintahkan, dan aku sepenuhnya patuh pada keinginan-Nya. mau bagaimana lagi? tak ada ruang yang luput dari kuasa-Nya. aku bukanlah tuan bagi keinginanku sendiri. aku menyembah tuhan selama 700ribu tahun! tak ada tempat yang tersisa di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jorumongso.wordpress.com&amp;blog=5174980&amp;post=278&amp;subd=jorumongso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jorumongso.files.wordpress.com/2008/12/6631.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-276" title="6631" src="http://jorumongso.files.wordpress.com/2008/12/6631.jpg?w=64&#038;h=96" alt="6631" width="64" height="96" /></a>kau bilang adam berdosa gara2 hasutanku? kalau begitu, atas hasutan siapa aku melakukan dosa? aku sebenarnya melakukan apa yang Dia perintahkan, dan aku sepenuhnya patuh pada keinginan-Nya. mau bagaimana lagi? tak ada ruang yang luput dari kuasa-Nya. aku bukanlah tuan bagi keinginanku sendiri. aku menyembah tuhan selama 700ribu tahun! tak ada tempat yang tersisa di langit dan di bumi dimana aku tak menyembah-Nya. setiap hari aku berkata pada-Nya, “ya tuhan, anak keturunan adam menolak-Mu, namun Engkau tetap bermurah hati dan meninggikan mereka. Tapi aku yang mencintai dan memuja-Mu dengan pemujaan yang benar, Engkau buat jadi hina dan buruk rupa”. <span id="more-278"></span>aku tak ingin bersujud pada adam dengan satu alasan yang benar karena aku tak ingin mencintai dan sujud selain pada-Mu..</p>
<p>-iblis-</p>
<p>sebuah buku yang sulit di tebak, namun hanya perlu dipahami begitu mendalam dari setiap kata ke kata yang terangkai dalam kalimat. di awal-awalnya perlahan lahan buku ini begitu mencengangkan karena sanggup mengungkapkan opini-opini yang begitu tabu untuk diungkap dari pemahaman dogma yang ada. angelnya yang beda dan begitu berani seolah-olah dapat menjadikan pembenaran bagi mereka yang terburu-buru memahaminya tanpa mencernanya lebih dalam.</p>
<p>semua urutan kejadian di rangkaian dalam suatu cerita yang mencampurkan dengan sejarah, cerita kitab suci dan cerita-cerita lain yang mungkin tidak atau belum pernah kita dengar. membaca buku ini seperti menghadirkan suatu kisah yang penuh pertanyaan yang begitu menggelitik dengan penjabaran berbagai analogi yang akhirnya begitu mudah dipahami. semuanya tidak bisa berdiri sendiri, perlu mencernaan, nalar, logika dan pengetahuan di tambah kadar keimanan yang kuat. Sejatinya setelah membaca buku ini harus lebih meningkatkan nilai keimanan kita atas keESAan-Nya. layak untuk djadikan koleksi.</p>
<p>Da&#8217;ud bin Tamam bin Ibrahim al-Shawni, juga dikenal sebagai Da&#8217;ud bin Ibrahim al-Shawni atau cukup Shawni saja adalah seorang penulis dan pengarang yang tertarik pda masalah agama dan literatur filosofis. menurut berbagai sumber ia lahir antara tahun 1963 dan tahun 1969, identitasnya sendiri tidak jelas, satu-satunya petunjukada pada Shawni Biografi, yang menjelaskan identitas sebenarnya. Bila dilihat dari nama depannya mencirikan asalnya dari Arab namun Shawni juga mencerminkan sebuah kota di utara Mesir. naskah aslinya yang berbahasa Inggris menunjukkan ia memiliki latar belakang pendidikan di Barat tetapi seluruh karyanya mencerminkan bahwa ia seorang muslim meskipun kadang merujuk pada sumber-sumber kristen, yahudi, hindu dan buddha. Sifat karya Shawni yang menjadi karakter pada karya-karyanya adalah menyelaraskan persamaan kedekatan persepsi agama untuk mendukung suatu argumen atau opini tertentu, hal ini menyiratkan keimanannya dan ciri seorang Baha&#8217;i. Pengaruh-pengaruh sufi mistik dalam tulisannya begitu terlihat, referensi dari ketiga penyair mistik kuno seperti Attar, Rumi dan Sanai masih begitu jelas.sumber : The Madness of God by Da&#8217;ud Ibn Ibrahim Al-Shawni</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jorumongso.wordpress.com/278/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jorumongso.wordpress.com/278/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jorumongso.wordpress.com/278/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jorumongso.wordpress.com/278/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jorumongso.wordpress.com/278/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jorumongso.wordpress.com/278/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jorumongso.wordpress.com/278/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jorumongso.wordpress.com/278/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jorumongso.wordpress.com/278/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jorumongso.wordpress.com/278/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jorumongso.wordpress.com/278/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jorumongso.wordpress.com/278/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jorumongso.wordpress.com/278/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jorumongso.wordpress.com/278/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jorumongso.wordpress.com&amp;blog=5174980&amp;post=278&amp;subd=jorumongso&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jorumongso.wordpress.com/2008/12/03/iblis-menggugat-tuhan-the-madness-of-god/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/138f61b1e63009f2fd37cce3794486bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jorumongso</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jorumongso.files.wordpress.com/2008/12/6631.jpg?w=64" medium="image">
			<media:title type="html">6631</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
