peduli tanpa kepentingan

prizedalam keseharian kita sering mendengar, membaca atau melihat suatu perumpamaan yang mengarahkan kita pada suatu perbuatan untuk peduli (perduli) kepada orang lain, atau peduli untuk sesuatu (pekerjaan, perbuatan atau hal-hal lain).  aplikasi bentuknya bisa dalam contoh tolong menolong, gotong royong, membantu seseorang (yang dalam kesulitan?) dan sebagainya. namun disinilah sebuah renungan besar yang menjadi pertanyaan. benarkan kita memang setulusnya melakukan? apakah memang kita (seharusnya) melakukan (kepedulian tersebut?)
mengangguk perlahan atau mengiyakan di bathin, pertanyaan lainpun seperti mengusik kita. benarkah tanpa kepentingan? well… terdiam beberapa saat!
peduli adalah mengindahkan; memperhatikan; atau menghiraukan, memedulikan adalah mencampuri (perkara orang dsb),  maka kepedulian adalah  perihal  sikap untuk sangat peduli; sikap mengindahkan (memprihatinkan).
dari penjelasan diatas jelas bahwa peduli (memedulikan dan kepedulian) adalah suatu sikap kesengajaan untuk melakukan sesuatu ke (pada) sesuatu atau orang lain. permasalahannya adalah benarkah memang kita melakukan kesengajaan tersebut tanpa kepentingan atau unsure lain yang menguntungkan secara pribadi?
peduli dengan kepentingan? semua orangpun sanggup melakukannya. dalam arti, orang yang paling bodoh atau tak mampu sekalipunpun (maaf!) sanggup melakukan dengan sangat sengaja sekali (melakukan dengan pemaksaan diri). sebagai contoh : seseorang yang memiliki sesuatu yang “kelebihan” (harta, kekuasaan, popularitas dsb) ketika mengalami kesulitan maka begitu banyak uluran pertolongan akan menghampirinya. benarkah uluran pertolongan tersebut memang karena kepedulian? atau pernahkah kita temasuk pada golongan yang melakukan uluran pertolongan tersebut?
melakukan pertolongan dengan mengharapkan imbalan (pujian atau bentuk material lainnya), keuntungan pribadi atau hasil lain bukan dalam kategori peduli yang diharapkan dalam berbagai himbauan atau anjuran. kepedulian dalam bentuk ini malah mengakibatkan dan menimbulkan permasalahan di lain waktu, perlahan tapi pasti! bagaimana bila ternyata sesuatu yang kita harapkan ternyata luput dari harapan kita? kepentingan?
tidak mudah melakukan seperti dalam konteks judul diatas. namun disinilah rahasia dari suatu perbuatan.
peduli tanpa kepentingan merupakan bentuk tanggung jawab yang hakikat dari diri kita untuk sesama.  perbuatan ini juga yang menggambarkan “kekayaan” diri kita yang melebihi orang lain. tanggung jawab yang kita pikul dalam perbuatan ini mutlak akan mendapatkan “nilai” dari sang menentukan. orang lain atau manusia bisa salah menilai dalam perbuatan kita tetapi allah tak pernah mengecilkan arti dari perbuatan kita.
dari penilaian tersebutlah yang menghasilkan kompensasi kepada kita. dalam sebuah analogi bodoh, samakah besarnya tanggung jawab seorang direktur dan seorang cleaning service di suatu perusahaan? samakah pula kompensasi (gaji) diantara keduanya?
ini juga sedikit ukuran (disamping ukuran lain yang telah ditentukan) bagi Allah untuk memberikan hidayah bagi kita. semakin besar tanggung jawab seseorang maka semakin besar bentuk kompensasinya. mutlak! namun permasalahannya yang mendasar adalah kita tidak pernah tahu dan mengerti kapan “kompensasi” yang dijanjikannya akan diberikannya kepada kita.
terlepas dari itu semua, marilah kita kembali lagi untuk merenung segala bentuk (ke)peduli(an) kita dan hubungannya dengan segala unsure kepentingannya bila segera mengerti, mulailah untuk sedikitnya belajar melepas perlahan segala kepentingan kita dalam melakukan kepedulian. mari (lakukan) peduli tanpa kepentingan!
atau anda mau memberikan masukan lain? silahkan…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s