budaya bertanya, pendekatan masyarakat jawa

kraton-jogjagenerasi muda saat ini lebih mendapatkan kesempatan untuk dapat mengenali cara bertanya dengan lebih baik. berbagai literature dan kajian ilmu modern mengenal adanya “critical questioning”. who, why, when, where dan how yang mengakibatkan seseorang dapat di pacu untuk bertanya.
sementara di sebagian masyarakat jawa, masih berkembang dan berlaku pemahaman ungkapan “mbangun turut bapa-ibu” yang mengandung makna selalu se-iya dan se-kata dengan orang tua (atau dengan yang dituakan maupun pimpinan). kuatnya pemahaman ini menafsirkan hal lain yang menjadi tabu, di sini hal “bertanya” melekatkan anggapan yang tidak lazim bahkan lebih keras lagi dapat dianggap sebagai tidak mengenal aturan atau “murang tata”.
dari sebab diatas itulah terciptanya generasi penurut, generasi “sendiko dawuh”, generasi yang tidak berani mengajukan dan mengemukakan pendapat. bahkan , sebuah lagu jawa yang berisi “piwulang reh” atau berarti petunjuk yang  berbunyi : “…..tumungkulo yen dipun dukani”, atau tunduklah pada saat di marahi atau di beri petunjuk. artinya, sebagai orang yang di marahi atau di beri petunjuk, tidak berkenan atau mempunyai hak jawab (bicara).
oleh sebab itu, membudayakan bertanya bagi sebagian orang jawa adalah merupakan suatu kerja besar, terus menerus dan harus menjadi kemauan dan tekad. termasuk untuk mengembangkan kemampuan “bertanya” kepada diri sendiri”.
tetapi apabila kita dapat membiasakan diri dan mampu mengembangkan budaya bertanya dengan baik dan benar maka tujuan dan harapan untuk memperoleh jawaban atau penyelesaian masalah dapat tercapai sehingga mampu menumbuhkan rasa tentram. dalam kondisi seperti itu maka kemampuan bepikir akan terus tumbuh dan berkembang pula.
ada hal yang penting dalam mengembangan kemampuan bertanya, yaitu tumbuhnya pemahaman “adanya masalah”.  pemahaman ini akan menimbulkan kesadaran bahwa (apakah) kita (dalam pribadi) memiliki masalah. ketika kesadaran ini muncul maka yang terjadi adalah timbulnya pertanyaan yang berkaitan atas masalah tersebut. seringkali kita tidak mengetahui bahwa diri kita mempunyai masalah atau yang lebih bahaya lagi ketika kita mengetahui memiliki masalah namun tidak merasa kita bermasalah.
dalam pemahaman masalah ini, seorang tokoh spiritual dan filosofi, j. khrisnamurti berpendapat: “…bila kita hendak memahami satu masalah maka kita harus mengesampingkan segala keinginan kita…”. pendapat tersebut sejalan dengan pemahaman falsafah jawa “mati sajroning urip”.
pengertian mati disini bukan tidak bernyawa namun semata-mata hanya menghilangkan “keinginan”, “kehendak”,  atau  “pemikiran yang di pengaruhi pengalaman” serta “pengetahuan kita tentang masalah tersebut”. karena apabila hal tersebut tidak dilakukan maka pengenalan dan penyelesaian masalahnya selalu akan bersifat subyektif, sesuai pendapat “aku”.
tuntutan kepada orang lain untuk hanya mengikuti pendapatan atau pemikiran kita merupakan sumber kesesatan yang akan mengikat manusia ke dalam rangkaian “kesulitan”, “kekurangan”, “kesengsaraan”, karena pemikiran yang hanya berdasarkan kepada “akal” belaka, dan biasanya sangat dibanggakan akan tetapi terbukti tidak sehat.
dari literature yang di jabarkan dalam kitab suci tergambar bahwa untuk memahami suatu masalah tidaklah cukup hanya dengan dari hasil pemikiran (akal) belaka, tetapi juga harus memperhatikan “rasa” yang didukung atas kekuatan “iman” sebagai penyeimbang. akal hanya dapat berfungsi sebagai pengenal dan rasa di bentuk sebagai alat pemahaman (pengertian yang begitu dalam) serta iman sebagai alat pengungkap kebenarannya.

tulisan ini di dedikasikan setinggi-tinggi untuk: paman, bapak, orang tua yang kita cintai, guru, panutan, teladan… (alm) haryo susilo. “…tiada yang lebih berarti dari semua teladan yang telah diberikan, semoga allah menjadikannya beliau kekasih yang abadi…”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s