masalah, membuat hidup lebih indah

solution_source_questionsSebuah sms terkirim, isinya “…gw dah capek, bosen, koq masalah gak abis2 ya?…”. Ujung dari sms tersebut, sang sahabat langsung telepon minta ketemu, curhat habis-habisan. Mengeluh, menggebu, dan  akhirnya melirih…” koq hidupku isinya masalah aja ya!”. Buat kebanyakan orang, masalah adalah derita, sedikit dari mereka yang mengerti bahwa hidup begitu indah dengan masalah. Masalahlah yang membuat hidup jadi indah. Di mana indahnya?
Pada dasarnya selalu ada masalah dalam kehidupan yang kita lalu. Ada masalah yang telah ditetapkan seperti yang telah di suratkan dalam kitab suci – “…dan demikianlah telah Kami uji sebagian mereka…”. Pemahaman uji atau ujian disini yang bisa di sebut sebagai masalah. Ada pula masalah yang tidak secara sengaja kita ciptakan sendiri, atau kita yang mencari masalah. Artinya, ada masalah yang memang diciptakanNya dan ada juga masalah yang kita ciptakan.
Kadang kita juga sering membanding-bandingkan masalah orang lain dan diri kita, dan ini sering dilakukan untuk mencoba mendekati definisi bersyukur yang mereka pahami. Padahal, sejatinya setiap masalah yang dialami oleh setiap manusia, siapa saja, adalah sama, namun beban dan kadarnya yang membedakan tergantung kualitas manusianya.  Tidak ada manusia yang luput dari masalah.
Bila di analogikan, misal ada sepuluh masalah yang telah menjadi ketetapanNya. Masing-masing masalah telah memiliki sebutan berdasarkan angkanya, masalah no.1, no.2…dan no.10.  Ke sepuluh masalah inilah yang di ujikan kepada kita, bagai sebuah ujian saat menghadapi test. Kurun waktu pertama dalam waktu yang sama si A mendapatkan masalah no.4, si B mendapatkan no.7, dan si C no.9. Semuanya mendapatkan masalah yang sama namun kapan urutan masalah tersebut terjadi yang kita tidak pernah mengerti. Namun mutlak kesepuluhnya tetap di ujikan kepada kita. Sebagian yang cerdas (bathin) dan pintar (akal) dapat menyelesaikan setiap masalah yang di hadapi secara efektif, sebagian lagi malah menimbulkan dan menambah masalah baru (di luar kesepuluh masalah yang telah ada) dan menjadikannya lebih kompleks karena kesalahan mereka dalam menafsirkan dan menyimpulkan penyelesaian masalahnya.  Bahkan ada pula yang meninggalkan dan lari dari masalah tersebut atau membiarkankan masalah tersebut selesai karena waktu tanpa mencoba menyelesaikannya. Memang bisa, namun secara kualitas manusianya tidak akan pernah beranjak pada tingkat atau status yang lebih baik. Keterbatasan diri kita bukanlah suatu alasan untuk membiarkan masalah minimal kita, kecuali kita berpuas diri hanya pada keadaan diri kita saat ini saja! Tapi benarkan ? Manusia harus beranjak dari permasalahan yang diujikan, inilah maksudNya untuk membuat diri kita lebih bernilai dan berkualitas dari mereka kebanyakan dengan referensi dan pemahaman dari masalah yang telah mereka selesaikan.
Semua masalah yang ujikan idealnya memberikan pelajaran bagi diri kita untuk lebih mengetahui (knowing), mengerti (understanding), memahami (experiencing) tentang hakekat dan esensi kehidupan yang kita jalani. Ukuran kualitas yang dimaksud adalah seberapa jauh manusia mampu untuk sekedar tahu (knowing), lebih mengerti (unerstanding) atau jauh memahami (experiencing). Ketiga memiliki kedekatan makna yang sama tetapi dengan bobot kualitas dan nilai yang beda!
Sedapat mungkin kita di haruskanNya meminimalisir turunan masalah yang ada. Berbagai uraian yang di jabarkan di kitab suci secara tersurat menggambarkan bagaimana kita harus menyelesaikan berbagai masalah, artinya Tuhanpun telah memberikan isyarat dan tanda bagaimana sebuah masalah harus di selesaikan bukan cuma berbekal pada kepintaran akal dan pengalaman untuk menyelesaikannya. Di butuhkan pula pemahaman secara bathin untuk dapat mengenali dan memahami pemasalahan yang ada. Yang kemudian tinggal bagaimana kita sanggup memaknakan yang tersurat untuk dapat memahami dari kejadian yang tersirat dalam diri kita, alam semesta dan permasalahannya itu sendiri.
Akhirnya bagaimana kita dapat memberikan keindahan dari kehidupan kita dengan masalah yang ada yaitu pada saaat kita sanggup terlepas dari berbagai masalah dan memperoleh pelajari dan pemahaman pemaknaan yang telah kita alami. Di harapkan kedepannya kitapun dapat menyelesaikan masalah (yang sama atau mirip) yang timbul di masa yang akan datang atau minimal kita bisa berbagi tentang solusi dari masalah tersebut kepada orang lain. Nikmatnya berbagi inilah yang menjadikan hidup semakin indah. Hidup lebih kaya karena kita mampu memberi dan berbagi.
Indahnya hidup dengan masalah!

Iklan

6 pemikiran pada “masalah, membuat hidup lebih indah

  1. Sejatinya, setiap kejadian yang kita alami hadir untuk memberikan makna. Itu bukan ‘masalah’, itu adalah ‘mata pelajaran hidup’ yang jika dipelajari betul-betul, kita akan menjadi manusia yang jauh lebih baik dari sekarang…

    Sayangnya, kalau sedang down, seringkali kita terlupakan soal ini.. dan menganggap bahwa kejadian yang kita alami adalah beban..

    Ya, itu wajar saja.
    Dan itulah gunanya teman.. untuk berbagi, untuk bersama-sama membagi solusi…
    Seperti posting kali ini, yang bisa mengingatkan banyak teman blogger, bahwa sesungguhnya, masalah membuat hidup kita lebih indah dan bermakna..

    Makasih ya! 🙂

    —- makasih juga jeng, sudah turut membantu memberikan pencerahan, buat saya pribadi juiga temans blogger yang lain. Keep share ya!

  2. Setuju.

    Masalah selalu mempunyai makna dan ada pelajaran disana. Masalah adalah bumbu kehidupan, tinggal bagaimana kita menanganinya.

    Harapkan punggung yang kuat bukan masalah yang ringan, kata orang bijak. 🙂

    —- setuju…nice comment bro! hope we strong bout this!

  3. jika masalah dilihat sebagai ujian, maka kedudukannya tidak akan berbeda dengan apapun yang datang kepada seseorang, apapun itu, karena yang dinilai kemudian adalah bagaimana seseorang tersebut mengatasi ujian yang ada. hasil dari pertumburan antara ujian dan individu itulah yang kemudian membuat hidup semakin “kaya”, entah kaya dengan keburukan atau kebaikan. nah, tergantung tiap oranglah, kepada siapa mereka berbagi keburukan atau kebaikan tersebut. contohnya kepada tema itu tadi. hueheuheuhehhehehehehhh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s