keajaiban, mukjizat, keberuntungan tidak pernah ada, kedangkalan akal yang ada!

miracleSesuatu yang terjadi di luar akal, ratio, empiris dalam suatu masalah selalu di kaitkan dengan keajaiban, mukjizat, keberuntungan dan sebagainya. Ini adalah sedikit ciri dari minim dan dangkalnya akal berpikir untuk mampu mengungkap hal tersebut. Meskipun hal-hal tersebut pernah di riwayatkan  di masa lampau dalam berbagai cerita di kitab suci namun semua kejadian tersebut ada maksudNya dan perencanaanNya. Kini di jaman yang lebih maju (teknologi dan pengetahuan) dan berbudaya, cerita tersebut diatas hanya menggambarkan kemunduran akal pikiran dalam fungsinya.
Seharusnya akal pikiran menjadi cerminan dari kecerdasan bathin bukan sebaliknya. Bila kita mengetahui adanya suatu ketentuan, tentu kita akan segera menjadi maklum dengan kejadianNya. Kita sering terpana oleh kejadian atau peristiwa yang di luar akal, ratio dan nalar pikiran kita namun sejatinya semua itu memang dijadikan untuk memberikan petunjuk dan peringatan akan keberadaanNya. Kadang kita masih saja bermain-main dengan mencoba untuk mencerna, menguraikan bahkan menyimpulkan serta menganalogikan kejadiannya. Menjauhkan dari pendekatan yang seharusnya dapat digunakan untuk menjelaskan hal tersebut.
Di saat ketidak mampuan kita untuk melakukan segala upaya apapun, maka kejadian dan ketentuan tersebut (sekali lagi!) selalu hadir untuk menjadi bukti kekuasaanNya. Kronologis peristiwaNya bahkan di luar kebiasaan dan logika yang normative, tetapi di sinilah letak kemampuanNya. Tidak ada yang tidak mungkin bila memang sudah menjadi kehendakNya. Namun, jangan mencoba berharap dan menggantungkan kejadian tersebut akan datang, kesia-siaan adanya! Semuanya terjadi di saat kita lengah, gelap, bimbang dan bingung bahkan tidak lagi mengerti apa yang akan kita lakukan namun tetap dalam kondisi yang terjaga dari bersihnya maksud dan pamrih. Kalaupun hasilnya terjadi, tidak berlebihan dan kecukupan adanya. Dapat saja terjadi begitu berlebihan namun renungkan kembali dan jangan tergesa gembira karena bisa saja itu bukan manfaat tapi lebih sebagai mudarat (ujian).
Sejatinya tidak begitu sulit untuk menghadirkan fenomena kejadian tersebut, selain di butuhkan kestabilan, keteguhan dan kemantapan yang ekstra kuat dan begitu panjang,  banyak lagi ukuran pendukung yang menentukan. Yang pasti satu-satunya keajaiban dan mukjizat adalah diriNya sendiri. Akal pikiran tidak pernah menjangkau hal tersebut.  Jangan dangkalkan akal pikiran kita!

Iklan

4 pemikiran pada “keajaiban, mukjizat, keberuntungan tidak pernah ada, kedangkalan akal yang ada!

  1. Keterbatasan kita dlm memahami sesuatu, sering kita menganggapnya sbg ajaib. Tetapi bukan berarti semua yang ajaib sebagai mukjizat.

    Karena mukjizat merupakan peristiwa yang terjadi atas “campur tangan” Tuhan. Kemudian, Tuhan sendiri sudah menegaskan bahwa pasca wafatnya Rasulullah, Ia tidak lagi menurunkan satupun mukjizat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s