sabar yang sia-sia

sabar-subur-22Tidak mudah untuk bersikap sabar. Sabar bukanlah menunggu sesuatu tanpa mengerti apa yang di tunggu atau juga giat mencari tanpa tahu apa yang harus di cari. Mencoba sabar tetapi dengan tetap menumbuhkan kemauan…adalah sia-sia belaka!
Keduanya bertolak belakang, bahkan saling berlawan. Satu sisi bersikap meminimalkan, dan sisi yang lain bersifat memiliki kecenderungan untuk memaksimalkan. Manusia bukan harus meniadakan kemauan dan keinginan. Alangkah menjadi kurang tepat bila sema kemauan dan keinginan di musnahkan tanpa sisa. Menyalahi kodratNya. Tetapi keduanya harus dapat di kendalikan, di minimalisir dan di waspadai. Apabila kemauan dan keinginan tersebut timbul, manusia harus dapat bersikap menentukan batasannya. Kemauan dan keinginan inilah yang kelak memiliki potensi atas semua permasalahan apabila tidak dapat di kenali batasannya.
Sabar bukan alat untuk mengendalikan dan membatasinya, tetapi setidaknya dapat dijadikan sebagai instrumen lain untuk mengenali agar tidak melampaui batas. Sabar adalah hal lain yang terlebih dahulu semestinya telah ada sebelum kemauan dan keinginan tersebut timbul.

Banyak manusia terjatuh karena kemauan dan keinginannya yang melebihi batas dan kapasitas. Dan ketika mereka terjatuh barulah mereka bersabar…Ironis! Sabar yang sia-sia. Sabar yang timbul dari suatu kegagalan.

Takkan mungkin manusia sanggup bersabar, apabila ketika masih berkobar api kemauan dan keinginan yang bisa membakar dirinya.

Iklan

2 pemikiran pada “sabar yang sia-sia

  1. saya pikir, sabar dan keinginan tidak bersifat saling mengeliminir, melainkan 2 sisi pedang yg sama. semakin sabar saya menunggu, berarti semakin besar pula hasrat saya akan sesuatu yang saya inginkan tersebut. dan sebaliknya. bukan begitu??

    —- benar, kalau memang seperti itu tidak pernah gejolak di bathin kita tapi kadang situasi seperti tidak terjadi pada kebanyakan orang. anda sedikit dari sekian orang yang mampu berpikir dan merasakan dua sisi yang berbeda yang dapat dijadikan suatu satu kekuatan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s